PALOPO. WARTA SULSEL. ID - KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kota Palopo, melaksanakan penjaringan dan penyaringan bakal calon ketua umum KONI Kota Palopo masa bakti 2026-2030. Jum'at, 1 Mei 2026, di Sekretariat KONI Kota Palopo, Jalan Guttu Patalo, Ex. Jalan Mangga, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sulsel.
Di kegiatan tersebut, dihadiri ketua penjaringan dan penyaringan bacalon (bakal calon) serta para tim penjaringan. Yudas Dahlan, Alfia, Andi Poci, Ilham Putra, Abdullah, dan ketua umum KONI dua periode, Haerul Salim.
Mengawali kegiatan itu, Ketua KONI Kota Palopo, Haerul Salim, mengatakan, pada dasarnya masa kepengurusan sesuai keputusan dari di provinsi dan kami pas ada di bulan Mei, meski kami mendapatkan support untuk melanjutkan 3 bulan untuk persiapan Porprov (pekan olahraga provinsi).
"Untuk TPP (Tim Penyaringan dan Penjaringan) ada 5 orang, tapi sampai hari ini bakal calon ketua umum masih saling mengintip untuk maju. Dan 45 juta biaya pendaftaran yang akan digunakan untuk panitia, dan sesuai nomen kelatur akan dikembalikan saat ketua terpilih," ujarnya.
Saat sesi tanya jawab, Haerul Salim, menjelaskan, bahwa sampai sekarang belum ada yang mengambil formulir pendaftaran, tapi sudah ada yang mengintip untuk mendaftar sebagai bacalon Ketua KONI.
"Dan persyaratan merupakan nilai kemutlakan bagi para bacalon, meski TPP (Tim Penjaringan dan Penyaringan -Red) sudah menerima formulir bacalon, akan dilakukan verifikasi kembali. Persyaratan lainnya itu, memang harus diikuti. Setelah TPP nantinya ada dua calon di adakan debat visi misi," jelas Haerul.
Dari 43 cabor (cabang olahraga), ada 40 cabor yang SK kepengurusannya masih aktif. Dua cabor SK kepengurusannya berakhir. Dan bagi bacalon ketum KONI harus mendapatkan dukungan 30 persen dari 40 cavor itu, sekitar 13 rekomendasi dari cabor.
"Kami yakin akan ada bacalon yang mendaftar sebagai calon Ketum KONI. Di mana pernah terjadi di Kabupaten Takalar dua kali melakukan penambahan pendaftaran. Kalau tambahan waktu itu tinggal 1 hari, maka tetap kita berlakukan selama tiga hari. Dan Masa closing kemimpinan saya ini, tetap berakhir di bulan Mei dan estafet kepemimpinan, dapat segera dilanjutkan," pungkas Salim, yang akrab disapa Ellunk.
Di tempat yang sama, sebelumnya, Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Bacalon Ketum KONI, Yudas Dahlan, mengungkapkan, ada beberapa syarat untuk menjadi bacalon ketua umum KONI. Hal itu juga tertuang dalam AD/ART KONI, di antaranya mempunyai manajerial mengelola organisasi, serta konsisten menjalankan, hingga menjadi pengayom di masyarakat.
"Kemudian mampu membangun kemitraan dengan berbagai pihak hingga BUMND. Kemudian pernah menjadi ketua cabang olahraga selama masa jabatan itu. Dan memiliki tempat tinggal yang sesuai KTP, pendidikan terakhir SMA atau sederajat," ungkapnya.
Untuk pendaftaran bacalom Ketum KONI Palopo, dibuka mulai tanggal 30 April hingga 2 Mei 2026. Besok berakhir pada tanggal 2 Mei hingga pukul 00.00 Wita.
"Jika besok dari ketentuan yang sudah ditetapkan oleh TPP, belum ada pendaftar, maka pendaftaran akan ditambah selama tiga (3) hari ke depannya," cetus Yudas.
Pengambilan formulir dapat diambil oleh calon ketua atau diwakili. Pengembalian formulir bacalon tidak dapat diwakili, dan mendapatkan rekomendasi dari 13 cabor. Satu cabor hanya bisa merekomendasikan satu bacalon, jika ada dua rekomendasi dua dari cabor maka dibatalkan.
"Kemudian rekomendasi itu harus ditandatangani oleh ketua cabor. Calon ketua koni tidak masuk dalam unsur pengurus partai. Wajib melampirkan SK kepengurusan. Biaya registrasi calon ketua 45 juta," jelas Dahlan.
*QMH. Yoga*