Kepala Inspektorat Hingga Saat Ini Memilih Bungkam, Yertin: Patut Dipertanyakan, Asmal: Alergi
jmsi'
polri'

Kepala Inspektorat Hingga Saat Ini Memilih Bungkam, Yertin: Patut Dipertanyakan, Asmal: Alergi

Sabtu, 25 Juli 2026,

PALOPO. WARTA SULSEL. ID - Hingga saat ini, Kepala Inspektorat Kota Palopo, Amir Santoso, enggan membalas konfirmasi yang diajukan oleh media ini atau wartawan.

Berikut pertanyaan yang dilontarkan oleh media ini kepada Kepala Inspektorat Kota Palopo, melalui pesan singkat WhatsApp (WA), sekira pukul 19.09 Wita, hari Jum'at, 24 Juli 2026.

Assalamualaikum Pak Inspektorat, saya Andi Polyogama Anthon (Bang Yoga), dari Media WARTA SULSEL. ID, saya mau konfirmasi pak, apakah laptop yang hilang itu yang diduga dibawa oleh OTK, berisikan file dari beberapa kegiatan proyek atau kegiatan lainnya yang ada di Kota Palopo...? 

Jika iya, apakah ada keterkaitan dengan anggaran Revitalisasi lapangan gaspa, dengan anggaran senilai 3 M dan peningkatan kualitas dan promosi UMKM 500 juta.

Bagaimana dengan UMKM yang anggarannya 500 juta, terkait pengelolaan pengadaan penyaluran hibah barang tidak sesuai ketentuan, sehingga diduga adanya selisih RP. 138.979.354.67. apakah itu benar...?
Dugaan itu berdasarkan hasil pemeriksaan atas dokumen pengadaan.

Dan bagaimana dengan APIP Inspektorat  Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang berada di dalam struktur lembaga Inspektorat, terkait hal tersebut...?

Atas bungkamnya Kepala Inspektorat Kota Palopo, Amir Santoso, saat dikonfirmasi oleh wartawan, terkait dugaan beberapa barang berupa elektronik (laptop) yang diduga dibawa OTK meski kini sementara dalam lidik di Polres Palopo, aktivis perempuan Yertin Ratu, dan pemerhati Kota Palopo, Asmal Kadi, angkat bicara.

Aktivis perempuan, Yertin Ratu, mengatakan kepada media ini, bahwa terkait dengan kepala inspektorat memilih bungkam dan menghindari teman-teman jurnalis ketika ditanya soal kasus pencurian laptop yang berisi data proyek di SKPD yang dipimpinnya bisa saja menimbulkan asumsi lain soal dugaan keterlibatan oknum tertentu. 

"Kalau tidak ada masalah yang disembunyikan, kenapa harus menghindar," ujar Yertin dalam konfirmasi itu.

Jurnalis adalah mitra pemerintah dan pemberitaan media juga membantu, agar kasus ini terupdate, lalu mendapat atensi dari APH (Aparat Penegak Hukum) untuk disikapi cepat.

"Jadi, ini agak aneh dan patut dipertanyakan ada apa dan kenapa dengan kepala inspektorat. Apa yang disembunyikan yang tidak boleh diketahui publik," pungkas Ratu, sembari menegaskan, agar APH mengusut tuntas atas kejadian di Kantor Inspektorat itu.

Terpisah, salah satu pemerhati Kota Palopo, Asmal Kadir, juga menyayangkan sikap seorang pejabat yang mengabaikan wartawan atau jurnalis saat dia melakukan konfirmasi. 

"Seharusnya, pejabat publik itu harus memberikan informasi dan terbuka, ketika para wartawan/jurnalis ingin membutuhkan informasi untuk kepentingan masyarakat atas keterbukaan informasi yang ada di SKPD itu," cetusnya.

Kantor Inspektorat Kota Palopo, di beberapa platform media dikabarkan telah dibobol oleh OTK, seharusnya pihak Kepala Inspektorat, memberikan keterangan yang jelas, sehingga tidak menimbulkan asumsi liar yang tidak bertanggungjawab di lapisan masyarakat.

"Pejabat harus melayani saat wartawan melakukan konfirmasi. Miris juga kalau seorang pejabat alergi dengan wartawan," jelas Asmal Kadir, yang akrab disapa AK-47 itu. Sabtu, 25 Juli 2026, di Kota Palopo, Sulsel.

Sebelumnya, dikutip dari media yang sama, Jum'at, 24 Juli 2026, dia Kanit Pidum (Kepala Unit Tindak Pidana Umum) Polres Palopo, Ipda Suwadi, saat dikonfirmasi, apakah ada saksi-saksi sudah dimintai keterangannya, dan termasuk kepala Inspektorat. Menurutnya, iye sudah ada, akan diminta keterangannya untuk interview. 

"Sudah ada, dan sementara lidik pelaku. Untuk Kepala Inspektorat Kota Palopo, akan dimintai keterangannya Minggu depan," terang Suwandi, dalam keterangannya saat dikonfirmasi.

Saat ditanyakan soal apakah ada barang atau benda selain laptop yang hilang, dan apakah ada hubungan dengan beberapa kegiatan di Kota Palopo. Diungkapkannya, bahwa beberapa benda atau barang yang hilang seperti 2 (dua) unit laptop, 1 unit kompeter, 1 unit LCD.

"Kemudian 1 buah ceret listrik, serta uang tunai senilai RP. 906.000. Dan, saksi yang diperiksa inisial RA honorer. Sudah ada 3 saksi. Kalau hubungan dengan kegiatan di Palopo, kami tidak tahu," ungkapnya.

QMH. Yoga

TerPopuler