MAKASSAR.WARTASULSEL.ID-Empat perempuan yang disebut dalam pemberitaan media online terkait isu dugaan oknum Intel TNI memamerkan senjata api di Rumah Makan Sop Saudara, Makassar, membantah keras narasi yang menyebut mereka sebagai Lady Companion (LC), Booking Out (BO), maupun memiliki hubungan khusus dengan pria berinisial AA.
Saat dikonfirmasi pada Senin, 31 Agustus 2026, salah seorang perempuan bernama Sri Nurhayati alias Aya menegaskan bahwa dirinya bersama tiga rekannya, yakni Nanas, Suryanti alias Indah, dan seorang rekannya, bekerja sebagai marketing.
“Kami bukan LC atau BO seperti yang dituduhkan dalam pemberitaan. Pekerjaan kami marketing. Soal senjata, kami tidak melihat seperti yang diberitakan,” ujar Sri.
Sri menjelaskan, keempatnya sebelumnya berada di tempat hiburan dan kemudian hendak makan di Rumah Makan Sop Saudara yang berada di Jalan Irian, Makassar. Setibanya di lokasi, mereka duduk bersama hingga kemudian bertemu dengan AA yang kebetulan mereka kenal.
“Kami berempat datang untuk makan. Setelah sampai, kami bertemu AA yang kebetulan kami kenal dan kemudian diajak makan bersama. Setelah selesai makan, kami pulang masing-masing,” jelasnya.
Sri mengaku keberatan dengan pemberitaan tersebut karena menurutnya narasi yang beredar telah berdampak terhadap nama baik dan masa depannya.
“Saya belum berumah tangga. Berita seperti ini menjadi jejak digital dan sangat memengaruhi masa depan saya. Kami merasa keberatan karena apa yang diberitakan tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya,” katanya.
Ia menegaskan, keempat perempuan tersebut tidak memiliki kaitan dengan profesi LC maupun BO sebagaimana disebut dalam pemberitaan. Mereka juga menyatakan akan menempuh langkah hukum terkait pemberitaan yang mereka anggap merugikan.
“Kami akan melaporkan persoalan ini ke Polrestabes Makassar. Kami keberatan karena ini menyangkut nama baik dan masa depan kami,” tegas Sri.
Suryanti: Kami Marketing, Bukan LC atau BO
Hal senada disampaikan Suryanti alias Indah. Ia membantah narasi yang mengaitkan dirinya dan ketiga rekannya sebagai LC atau BO serta membantah adanya isu pamer senjata yang dikaitkan dengan AA.
“Soal isu di media bahwa AA pamer senjata dan bersama LC atau BO, itu tidak benar. Kami bukan LC. Pekerjaan kami marketing. Kami keberatan karena menurut kami pemberitaan tersebut merupakan fitnah,” ujar Suryanti.
Suryanti juga meluruskan informasi mengenai kendaraan yang disebut dalam pemberitaan. Menurutnya, mobil yang disebut sebagai mobil Rubicon merupakan milik temannya dan bukan milik AA.
“Mobil Rubicon itu mobil teman saya, bukan milik AA. Pemberitaan tersebut berdampak kepada kami karena informasinya tidak sesuai dengan yang sebenarnya terjadi,” jelasnya.
Ia meminta setiap informasi yang akan diberitakan terlebih dahulu dikonfirmasi kepada pihak-pihak yang berkaitan.
“Kalau mau menyebarkan informasi, seharusnya dicari tahu dulu kebenarannya. Jangan asal-asalan, karena pada akhirnya kami yang keberatan dan dirugikan,” tegasnya.
AA Bantah Tuduhan Pamer Senjata
Sementara itu, AA juga memberikan klarifikasi terkait pemberitaan media online yang memuat narasi “Diduga Oknum Intel TNI Pamer Pistol di RM Sop Saudara Bareng 4 Wanita, Publik: LC, BO atau Simpanan?”
Saat memberikan keterangan kepada media ini di salah satu kafe di Makassar, Senin, 31 Agustus 2026, AA dengan tegas membantah tuduhan tersebut.
AA menjelaskan bahwa pada Minggu, 30 Agustus 2026, sekitar pukul 03.30 WITA, dirinya selesai menjalankan tugas interwilayah untuk melakukan monitor wilayah Panakkukang. Setelah itu, ia berniat makan di Rumah Makan Sop Saudara.
“Setelah selesai dari kegiatan, saya mau makan Sop Saudara. Di sana saya tiba-tiba bertemu dengan empat orang marketing yang saya kenal, yaitu Suryanti dan Sri Nurhayati, sementara dua orang lainnya tidak saya kenal,” ungkap AA.
Menurut AA, pertemuan tersebut berlangsung secara kebetulan. Karena sudah mengenal dua orang di antara mereka, akhirnya mereka makan bersama dalam sat