LUWU. WARTA SULSEL. ID - Keprihatinan atas kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Suso di Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, disampaikan tokoh pemuda asal Walmas sekaligus Ketua Wahana Muda Indonesia Luwu.
Firdal Pati, mengatakan, bahwa sungai yang selama ini menjadi tumpuan hidup dan sumber kehidupan warga itu, kini diduga semakin rusak parah akibat maraknya aktivitas pertambangan emas tanpa izin yang beroperasi di sekitar kawasan tersebut.
"Kerusakan sungai ini bukan sekadar masalah lingkungan semata, melainkan ancaman bagi kehidupan orang banyak," ujarnya. Jum'at, 28 Agustus 2026.
Kualitas air yang semakin menurun, ekosistem sungai yang rusak, hingga sumber daya alam bagi generasi mendatang terancam punah jika aktivitas tersebut dibiarkan berlarut-larut tanpa penindakan.
"Alam bukan warisan yang boleh kita habiskan hari ini. Sungai Suso adalah bagian dari kehidupan masyarakat yang harus dijaga bersama. Jika aktivitas ilegal dibiarkan merusak lingkungan, maka masyarakatlah yang akan menanggung dampaknya dalam jangka panjang," ungkapnya.
Untuk itu, Firdal Pati, mendesak pemerintah daerah beserta aparat penegak hukum, untuk segera turun ke lokasi. Melakukan penelusuran menyeluruh, dan menindak tegas pelaku pertambangan ilegal sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Selain itu, masyarakat juga diharapkan ikut berperan aktif menjaga lingkungan sekitar dan melaporkan setiap aktivitas yang berpotensi merusak kawasan sungai kepada pihak berwenang," tegas Firdal.
Menurutnya, pembangunan dan pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) harus tetap berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan, bukan justru merusaknya demi keuntungan sesaat yang merugikan banyak pihak.
"Jangan sampai keuntungan sesaat mengorbankan sungai, hutan, dan masa depan masyarakat Luwu. Sungai Suso harus diselamatkan, bukan dibiarkan rusak begitu saja," pungkas Pati.
QMH. Yoga