BULUKUMBA.WARTASILSEL.ID-Kita selalu berada di daerah Perbatasan antara menang dan mati, kini tak boleh lagi ada kebimbangan memilih keputusan " Adakah Kita Mau Merdeka atau di jajah lagi" ini ada sepenggal bait puisi yang di bacakan oleh Achmad Darsyaf Pabottingi pendiri Teater Kampong 17/08/21 pukul 20.30 WITA. Tepatnya di cagar budaya Tarungku Toae ( Rumah Penjara).
Abd.Haris sala satu ASN yang bertugas pada dinas Koperasi jebolan teater Kampong ikut ambil bagian membacakan puisi dengan judulAntara kerawang dan Bekasi karya Chairil Anwar.
Cagar Budaya Tarungku Toae yang terletak di tengah ibu kota Bulukumba, tempat berkumpul para insan seni, melahirkan karya - karya seni terdiri dari Seni Lukis, seni kerajinan tangan, seni baca puisi dan Seni teater, bahkan di tempat ini ( Tarungku Toae) di jadikan tempat lomba paca puisi dan Festival Teater baik tingkat, SD, SLTP dan SLTA, ungkap Achmad Darsyaf Pabottingi yang akrab di sapa Kak Cacca.
Olehnya itu Teater Kampong di bawah Komando Kak Cacca Memperingati Malam 76 tahun Kemerdekaan RI I
INDONESIA TANAH" GEMBUR , INDONESIA MESTINYA SUBUR"
Lanjut kami para insan seni mengharapkan Pemerintah Kabupaten Bulukumba di bawah kendali Bapak Andi Muchtar Ali Yusuf beserta Wakilnya Bapak H.Andi Edy Manaf untuk dapat memperhatikan para pekerja seni, terkait sarana berupa Gedung Kesenian, tutur H.Syarifuddin.AR.
Tak terasa malam memperingati 76 tahun Kemerdekaan RI, 'Indonesia Tanah Gembur, Indonesia Mestinya tanah subur" diakhiri oleh ananda Akhmad Sidiq Fathanah membacakan sepenggal dari puisi Indonesia Negeri Gembur, Indonesia Mestinya Subur,
Lonceng kebebasan berdentang lagi 76 kali menggema di jantung anak bangsa Hari ulang tahun Kemerdekaan diperingati Bendera Pusaka melambai di langit biru
Dibawah ancaman virus gores, mati atau di matikan
Hanya Tuhan Maha tau, tutur Sidiq dalam bacaan puisinya.
*QMH.SRF*
