MAKASSAR.WARTASULSEL.ID-Pendidikan diharapkan lebih maju dan berkembang dan itu terbukti dengan hadirnya sebanyak 92 guru rekrutmen pendidik di daerah remote area atau wilayah tertinggal terdepan dan terluar (3T) melakukan penandatanganan kontrak secara simbolis bersama Plt Kadis Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. H. Imran Jausi, M.Pd didampingi Kepala Bidang GTK Disdik Sulsel, Dr. Drs. H. Muhlis Mallajareng, MM bertempat di Gedung HM.Jusuf Kalla, Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 10, Tamalanrea, kota Makassar, Senin (14/03/2022).
Penandatanganan kontrak diawali dengan arahan Plt Kadis Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Imran Jausi menyampaikan ucapan selamat dan bangga pada guru (3T) yang telah terpilih untuk menjalankan amanah dan tugas pada daerah remote area atau tertinggal, terdepan dan terluar (3T) di Sulawesi Selatan.
“Saya bangga dengan saudara-saudara, yang akan melakukan penandatanganan kontrak sebagai sebuah proses administrasi. Surat izin kerja ini menunjukkan bahwa apa yang direncanakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sejak tahun kemarin itu berada dalam konteks yang benar, karena hasil evaluasi menunjukkan bahwa keberadaan saudara sungguh memberikan kontribusi yang luar biasa pada layanan pendidikan kita,” ujarnya.
Imran Jausi yang juga Ketua BKD Sulsel ini menambahkan, semua ini tentunya merupakan tantangan pendidikan, semakin besar pula persoalan guru di manapun mereka berada di Indonesia yang secara umum tidak keluar dari tiga domain, yaitu pertama kompetensi, distribusi dan kerjasama yang masih menjadi sebuah persoalan guru kita. Sedikit demi sedikit tapi akan kelihatan banyak, karena persoalan distribusi ini di kota kita sangat kekurangan namun keberadaan guru (3T) alhamdulillah tentunya harus di apresiasi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan, Dr. Drs. H Muhlis Mallajareng, MM menjelaskan bahwa, ini suatu penghargaan untuk guru kita yang akan bertugas di daerah (3T), sehingga bukan hanya berperan sebagai guru tutor tetapi juga sebagai motivator di sekolah dan di rumahnya masing-masing. Oleh karena itu, tentunya tidak gampang menempatkan orang yang punya talenta, punya motivasi, punya semangat, untuk mengabdi bagi bangsa dan negara ini.
“Saya mengucapkan terima kasih dan bersyukur karena teman-teman ternyata semua akan menjadi guru di sekolah dan kampung halaman masing-masing sesuai dengan tugasnya,” pungkasnya.(*)

