BONE.WARTASULSEL.ID- KASAT POL PP Kabupaten Bone, Andi Akbar, SPd, MPd gelar Jumpa Pers dengan awak media dalam rangka kegiatan PAM Ramadhan sejak malam pertama sampai malam ke 23 Ramadhan,.
Digelar di POSKO Terpadu, Kompleks RUJAB Bupati Bone, titik nol Kota Watampone, Ahad, 24 April 2022.
A. Akbar mengatakan tujuan PAM Ramadhan memberikan rasa aman, tentram kepada masyarakat di bulan suci Ramadhan, khususnya bila malam hari pada saat pelaksanaan ibadah tarwih, dan ibadah yang lainya yang dilaksanakan ummat Islam sebagai amalan di bulan suci Ramadhan ini.
"Ditemukan berbagai pelanggaran yang menggangu ketentraman dan ketertiban pada saat tim melakukan patroli di titik yang dianggap rawan, misalnya tawuran sarung, perkelahian antar kelompok, mengisap lem, dan minum minuman keras.
Ditemukan pula perbuatan asusila yang dilakukan pada saat bulan suci Ramadhan, ini menandakan kesadaran masyarakat sangat rendah", Tuturnya.
Lanjutnya, "atas adanya informasi dari masyarakat, setelah dilakukan pemantauan dan penggrebekan, ternyata benar atas laporan masyarakat, ada yang ditemukan di tempat kos, tempat umum misalnya di tugu JK, di stadion, di pelabuhan Bajoe.
Demikian pula ada beberapa orang yang diamankan karena melakukan isap lem dan tawuran sarung.
Setelah di berikan arahan dan pembinaan, mereka dikembalikan ke orang tua atau keluarganya", urainya.
PAM Ramadhan sangat di butuhkan karena memberikan rasa aman kepada masyarakat, walaupun pernah pada awalnya kami sebagai penanggung jawab kegiatan menarik tim kami selama dua hari, namun setelah ada hasil dari pertemuan pertemuan, sehingga anggaran yang dibutuhkan untuk PAM Ramadhan sudah disiapkan dan Alhamdulillah pasukan kami kembali melanjutkan PAM Ramadhan ini.
Kedepannya mudah mudahan tidak ada lagi permasalahan mengenai anggaran, sehingga pas 1 Ramadhan kita mulai laksanakan PAM Ramadhan Tampa ada lagi embel embelnya", harapannya.
"Jumlah kasus mesum di kos kosan sebanyak 20 pasang, ada yang sudah bersuami dan beristri, berduaan di tempat umum, 15 pasang, petasan 10 orang, miras 7 , tawuran 20 orang dan pengisap lem 2 orang", ungkapnya.
"PAM Ramadhan ini tidak perlu dipermasalahkan, karena kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memberikan rasa aman dan tentram selama bulan suci Ramadhan", tutup Andi Akbar.
Di tempat yang sama, Pasi Ops Kodim, Kapten Darwis menambah, "selama kami melaksanakan tugas ini, kami menemukan beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat atas informasi dari masyarakat, kami amankan dan memberikan pembinaan, arahan serta di data indentitasnya, selanjutnya kami kembali kepada keluarganya", tutur Darwis
Dari pihak Kepolisian menyampaikan juga hal yang sama, "Hal yang sifatnya kecilpun, kalau ada laporan dari masyarakat, kami tindaklanjuti untuk menjaga ketertiban dan keamanan di bulan suci Ramadhan ini, ada beberapa kejadian seperti perang kelompok, tawuran sarung kami bisa cegah", ungkap Dodi dari Tim POLRES Bone.
**QMH*AHAS**
