BONE.WARTASULSEL.ID-Wakil Bupati dan SEKDA Bone Bersama FORKOPIMDA Bone serta KADIS TPHP Kabupaten Bone menjemput Menteri Pertanian RI, Prof. Dr. Syahrul Yasin Limpo, MH, MSi di Desa Timusu, Kecamatan Ulaweng, kabupaten Bone dalam rangka Pencanangan gerakan menanam Jagung dan Kedelai, Jumat, 1 April 2022
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bone menyampaikan salam dan permohonan maaf Bupati Bone karena tidak sempat menjemput Menteri Pertanian RI berhubungan bertepatan dengan peresmian masjid Singkok Recca, dan Drs. H. Ambo Dalle, MM mengatakan Gerakan tanam kedelai dan jagung pada hari ini merupakan kegiatan yang di inisasi oleh kementerian pertanian RI dan juga merupakan kegiatan pengembangan tanaman pangan.
Dengan adanya kegiatan ini Pemerintah Kabupaten Bone mengharapkan kepada petani dan kelompok tani yang mempunyai lahan agar segera mempersiapkan lahannya untuk pengembangan komoditi kedelai dan jagung.
“Petani harus semangat kembali untuk bertanam kedelai sehingga kabupaten bone dapat memberi andil yang besar dalam memenuhi kebutuhan nasional dan mengurangi impor kedelai” pungkasnya
Turut Hadir Dirjen tanaman pangan RI, Kepala Litbang Pertanian kemendgri RI, KADIS TPHP Prov. SULSEL, DANDIM 1407 Tauwarani Bone, DANYON C BRIMOB Tenri Betta Bone, Kadis, Camat Ulaweng, Ketua APDESI Bone dan tamu undangan lainnya.
Menteri Pertanian RI, Syahrul yasin Limpo dalam arahannya menyampaikan dalam 2 tahun ini ekonomi kita ambruk akibat Covid, kita kembali bangkit dan bangun ekonomi dari Ulaweng.
Jangan bergantung pada inport. Mari kita siapkan pangan dari desa ini, kondisi harga kedelai saat ini dalam posisi yang menguntungkan kisaran Rp 9 ribu sampai Rp10 ribu per kilogram begitu pula komoditas jagung ke depan akan menjadi komoditas ekspor Indonesia karena produksi dalam negeri yang sudah melimpah ruah, makanya dirinya inginkan Kabupaten Bone menjadi contoh bagi daerah lainnya dalam melakukan penanaman jagung
"Kalau selama ini 1 – 2 ton / hektar kita coba 3 hektar dengan menanam 400 ribu per ton kemudian insyaAllah tahun berikutnya saya akan menanam satu juta hektar, kenapa tidak”, Ujar SYL.
Seperti ia mencontohkan misalkan saja 100 Hektar dalam 100 hari bisa dapat 1M kalau 1000 hektar dapatnya 10 M tapi itu tidak lepas dari kemauan
“Saya ingin Bone jadi contoh bagi daerah lain , sekarang saat kita harus berpikir untuk ekspor, tidak boleh lagi berpikir impor.banggalah kalian dikasih tuhan lahan yg subur yg bisa ditanami berbagai komoditas” Ungkapnya.
Selain itu Mentan juga meminta masyarakat Bone mulai berpikir untuk membuat minyak goreng sendiri seperti dirinya melihat banyaknya pohon kelapa kenapa tidak buat sendiri minyak kelapa
Apalagi minyak goreng dimana mana harganya mahal.
“Camat Ulaweng Saya minta ada produksi minyak goreng dari Ulaweng , kita bantu satu unit alatnya", sambil memerintahkan Dirjen tanaman pangan RI untuk mencatat yg turut serta dalam rombongan Mentan SYL
“Kalau bertani pasti petani tidak miskin karena yang tidak berdampak terhadap Covid adalah pertanian, kuncinya adalah Mau, bertekad, dan semangat, pakai otak, tidak manja , susun agenda , saya ada di belakang kalian”, tegas SYL disambut tepuk tangan meriah.
Tak hanya itu Mempan RI pun meminta kepada camat ulaweng , jadikan program di ulaweng, di Bone ini program bela negara, perlihatkan itu”, harapannya.
Dikesempatan yang sama SYL juga menyerahkan bantuan bibit jagung kepada kelompok tani seperti
Kelompok tani Muladeceng desa Timusu, kelompok tani Kapur Desa Tadangpalie dan Kelompok tani Bina Baru Desa Mulamenre yang mendapatkan bantuan berupa pupuk cair.
Diketahui selama tahun 2022 Kementrian Pertanian telah memberi bantuan di kabupaten Bone sebesar Rp. 13,2 miliar. **QMH*AHAS**

