BONE.WARTASULSEL.ID- Rangkaian HJB ke 692 mencapai puncaknya dengan digelarnya Rapat Paripurna DPRD Bone, Rabu 6 April 2022. di Gedung Paripurna DPRD Bone, Jl. Stadium Lapatau, Kelurahan Macanang, Taene Riattang Barat, Kota Watampone.
Rapat paripurna ini dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Bone Irwandi Burhan, S.E., M.M., dan didampingi para Wakil Ketua serta dihadiri anggota DPRD Bone.
Ketua DPRD Bone Irwandi Burhan menuturkan dasar pelaksanaan peringatan Hari Jadi Bone berdasarkan PERDA Kabupaten Bone Nomor 1 Tahun 1990 Tanggal 22 Maret 1990 Seri C Nomor 1).
“Pasal 1 : Hari Jadi Bone ditetapkan tanggal 6 April dan pasal 2 : ditegaskan bahwa setiap tahun diadakan peringatan Hari Jadi Bone dalam bentuk pelaksanaan peringatan yang diatur dengan keputusan Bupati", urai Ketua DPRD Bone.
Legislator Partai Golkar, DAPIL Barat asal Kecamatan Lamuru itu mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang datang dalam rapat paripurna DPRD Bone dalam rangka puncak peringatan HJB ke-692.
“Selaku pimpinan dan segenap anggota DPRD Bone mengucapkan terima kasih kepada semua tamu undangan yang menghadiri rapat paripurna DPRD Bone dalam rangka peringatan puncak Hari Jadi Bone ke-692", sambut Irwandi Burhan.
Bupati Bone, Dr. H. Andi Fahsar M Padjalangi, MSi mengawali sambutannya dengan mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran SEKPROV SULSEL, Anggota DPR RI, A. Rio Idris Padjalangi, dan A. Irwandi Natsir, Anggota DPRD Provinsi SULSEL di Rapat Paripurna dalam rangka HJB ke 692, dan membeberkan sederet pencapaian di periode ke dua dirinya menjabat Bupati Bone.
Beberapa diantara pencapaian tersebut, ialah opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan secara berturut-turut sejak 2015 lalu.
Tidak hanya itu, capaian Inovasi Daerah tahun 2022 yang menempatkan Kabupaten Bone pada peringkat 30 Kabupaten Kota juga tidak kalah membanggakan.
”Terkait program pemulihan ekonomi pasca Covid-19, tahun 2021 mencapai 5,53 persen, jauh meningkat dibanding tahun 2020, padahal kita sempat mines 0,25 persen, pertumbuhan ini dipicu pulihnya aktifitas ekonomi sektor produksi, utamanya pertanian, kehutanan dan perikanan", tutur Andi Fahsar.
Sidang Paripurna DPRD ini dihadiri sejumlah tokoh diantaranya, Sekda Provinsi SulSe, Dr. Abdul Hayat Gani, MSi, Bupati Bone, Dr. H. A. Fahsar M Padjalangi, MSi, Wakil Bupati Bone, Drs H. Ambo Dalle, MM, Danrem 141 Toddoppuli, Brigjen Djashar Djamil, Forkopimda Kabupaten Bone, Sekda Bone, Drs. H. A. Islamuddin, MH, para Asisten Sekda Bone, Kepala OPD, Kabag Setda Bone, Camat, Danramil , Kapolsek, Kades, dan Lurah se-Kabupaten Bone.
Hadir pula Anggota DPR RI, A. Rio Idris Padjalangi, Anggota DPRD Sulsel, A. Irwandi Natsir.
Ketua DPRD Maros, A. Patarai Amir,
Ketua DPRD Soppeng, H. Syahruddin M. Adam,
Ketua DPRD Palopo, Nurhaeni,
Ketua DPRD Bulukumba, H Rijal,
Ketua DPRD Takalar, Darwis Sijaya, Ketua DPRD Luwu, Rusli Sunali, Ketua DPRD Morowali Utara, Megawati Ambo Asa,Wakil Ketua DPRD Jeneponto, Irmawati Zainuddin.
Sekprov SulSel, Abdul Hayat mengaku sangat mengapresiasi peringatan Hari Jadi Bone yang mengangkat tema Jayalah Bone, guna mendukung pembangunan kesehatan masyarakat yang lebih berkualitas.
“Diharapkan dapat mengakselerasi pembangunan infrastruktur yang memiliki peran besar dalam memacu dan membantu pemulihan ekonomi masyarakat. Semoga semuanya bisa berjalan lancar, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat Bone", harapnya.
Menurutnya, sejak tahun 2018 hingga 2021, jumlah bantuan keuangan yang telah Pemprov Sulsel turunkan di Kabupaten Bone sebesar Rp 237 miliar. Bantuan tersebut untuk pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan irigasi, serta penurunan angka stunting.
Khusus tahun 2021 lalu, bantuan keuangan Pemprov SulSel meliputi, pembangunan jalan ruas Taccipi – Tokaseng, jalan ruas Sampie Samaenre Kecamatan Tellu Limpoe, jalan ruas Bontomasunggu – Batas Pangkep Kecamatan Tellu Limpoe (Parigi – Bungoro), bypass Sumpanglabbu – Lilina – Ajangale, pembangunan jalan akses menuju Bandara Arung Palakka, serta pencegahan stunting dan gizi buruk. Totalnya mencapai Rp 54 miliar lebih.
Mantan Direktur Bidang Penanggulangan Kemiskinan Kemensos menjelaskan, di tahun 2021 lalu, Pemprov telah melakukan penuntasan jalan yang kondisinya rusak berat. Yakni ruas Waempubbu-Pompanua yang menjadi jalur alternatif Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo dengan nilai Rp 7,3 miliar, dan kini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Untuk tahun 2022, Pemprov SulSel juga telah menganggarkan untuk rekonstruksi jalan ruas Ujung Lamuru- PalattaE sepanjang 8 Km dengan nilai Rp 45,2 miliar lebih, dan juga untuk Jembatan Palattae senilai Rp 5,3 milliar lebih.
“Semuanya ini kita lakukan untuk memperlancar arus transportasi barang dan jasa masyarakat, dengan membangun infrastruktur dan juga perekonomian masyarakat Bone,” jelasnya.
Selain itu, pembangunan daerah irigasi untuk mendukung pertanian, dengan meningkatkan produktifitas lahan sawah yang sebelumnya mungkin hanya mengandalkan tadah hujan, sehingga petani dapat panen dua atau bahkan tiga kali dalam setahun.
Abdul Hayat mengungkapkan, Kabupaten Bone adalah daerah di Sulsel yang memberikan kontribusi tertinggi produksi Gabah Kering Giling (GKG) pada Tahun 2021 yaitu sebesar 808,28 ribu ton GKG dari total produksi Sulsel 5.09 juta ton GKG. Oleh karena itu, untuk mendukung sektor pertanian, dengan mengoptimalikan aliran air dari bendungan ke area persawahan.
Tahun 2022 ini, Pemprov Sulsel kembali menganggarkan untuk penanganan jaringan pada Daerah Irigasi LalengriE sebesar Rp 6 miliar. Begitupula dengan Daerah Irigasi Waru-waru, Daerah Irigasi Unyi dan Daerah Irigasi Jaling.
“Saya berharap dengan adanya supporting Pemprov SulSel, kita semua berharap pembangunan di Kabupaten Bone dapat berjalan lancar dan betul-betul bisa menjawab kebutuhan masyarakat. Tentu, kuncinya adalah sinergi dan kolaborasi yang harus terjalin dengan semua pihak", tutup Sekprov SulSel.
**QMH$*AHAS**


