Dr. Syarifuddin Yusmar, MAg, Ahli Hukum Syari'ah Terjun Kelolah Sampah
jmsi'
luwu'

Dr. Syarifuddin Yusmar, MAg, Ahli Hukum Syari'ah Terjun Kelolah Sampah

Kamis, 09 Juni 2022,


BONE.WARTASULSEL.ID- Dr. Syarifuddin Yusmar,  M.Ag., dosen di salah satu perguruan tinggi negeri, pernah menduduki jabatan eselon 2 di kampus tempatnya mengajar, serta Wakil Ketua III di STIA Prima Bone,  mengagas sebuah ide Inovasi pengelolaan sampah plastik menjadi paving blok, yang mana sampah pelastik sebelumnya terbuang mejadi sampah, namun ditangan Doktor Hukum Syariah ini menjadi bernilai jual  kembali.


Syarifuddin melihat Permasalahan sampah di Kabupaten Bone masih menjadi permasalahan di tiap lingkungan yang belum terselesaikan sampai saat ini. Permasalahan terutama terjadi pada banyaknya sampah plastik yang tersebar di lingkungan masyarakat.

Sarifuddin sebagai pencipta inovasi Alat pengelolaan limbah plastik menjadi Paving Blok ini, menarik perhatian pengujung pada saat digelar di Pameran Daur Ulang Sampah dalam menyambut Hari Lingkungan Hidup, sehingga awak media Wartasulsel menemui Dr. Syarifuddin Yusmar dilokasi pameran daur ulang sampah, dilapangan Merdeka, titik Nol Kota Watampone, Senin 06 Juni 2022.
 
Ide untuk menciptakan inovasi pengelola sampah plastik menjadi paving blok membuat penasaran awak media untuk melihat langsung tempat pengelolah sampah Sarifuddin Yusmar, sehingga awak media datang berkunjung ketempatnya, Rabu, 8 Juni 2020 di Kompleks Pasar Sentral Palakka, Kelurahan Bulu Tempe, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone.

Sarifuddin mengatakan di ruang  kerjanya,  Awalnya mempelajari pengelolah sampah ini melalui bahan bacaan buku tentang cara pengelolaan sampah,  menyangkut cara melebur atau mencaca sampah plastik, kemudian mencoba melelehkan plastik lalu mencapur dengan sekam padi dan starter oil, kemudian dia cetak di sebuah cetakan yang dia buat sendiri," tutur Wakil Ketua III di STIA Prima Bone.

"Setelah saya cetak kemudian saya uji sendiri tingkat kekerasannya dengan menyusung peving tersebut kemudian coba di lalui  mobil truk 6 roda, bermuatan pasir ternyata tidak pecah dan masih utuh." Jelas Pak Dosen kepada Wartasulsel.

Lanjut Sarifuddin mengatakan,  "hasil peving buatanya tersebut masih belum di uji Leb, hanya menguji kekuatan peving saja, Karena persoalan ketahanan plastik, itu susah untuk diuraikan oleh bakteri berbeda dengan semen," ungkapnya.

"Persoalan ketahanan tergantung dari formula yang kita buat, percampuran bahan baku plastik yang tenggelam dalam air kami olah ssbagai bahan baku dengan sekam padi serta starter oilnya dan ketebalannya juga, bisa sampai K300, klw dipeving block kan ada yang memakai standart  K200, K300  ini bisa K300 tergantung dari ketebalan dan formula yang kita pakai," tambahnya.

Menurut Syarif, kualitas paving blok plastik tersebut bisa diandalkan karena kuat dan awet, tidak gampang pecah.

Untuk memudahkan, beliau menciptakan sebuah motor pengaduk sekaligus pelelehan plastik yang berbentuk tabung yang ujungnya memiliki selang yang lansung masuk ke cooler pendigin sehingga asapnya berubah cair dan tidak mengakibatkan Polusi.

Sementara saat ini, hasil dari paving blok digunakan kalangan sendiri. Namun kedepan disiapkan untuk dikembangkan dengan melibatkan masyarakat.

"Sampah plastik yang tenggelam diair, tidak bisa dijual di pabrik, daripada terbuang, kami jadikan bahan baku paving blok, yang terapung di air  kami Caca untuk dijual di pabrik, kami juga merakit mesin mesin untuk mengelolah sampah menjadi pupuk organik atau kompos,  mesin press plastik,  mesin Caca rumput, mesin pakan ternak, dan berbagai macam mesin kami rakit, tergantung pesanan, hanya yang banyak pesan kabupaten diluar Bone, mudah mudahan kedepannya ada juga yang memesan dari instansi PEMKAB Bone, demikian pula dari masyarakat Bone sendiri,"  harap Dr. Syarifuddin Yusmar, MAg.

 **QMH*AHAS**
1'
2'
3'

RINGKASAN AKUN PEMERINTAH KAB. BONE T.A. 2025

TerPopuler