Kisah Pilu Diakhir Syawal, KM Ladang Pertiwi 02 Tinggal Kenangan
jmsi'
luwu'

Kisah Pilu Diakhir Syawal, KM Ladang Pertiwi 02 Tinggal Kenangan

Jumat, 03 Juni 2022,


PANGKEP.WARTASULSEL.ID-Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih, begitulah realita yang terjadi pada peristiwa tenggelamnya KM Ladang Pertiwi 02 di perairan Makassar pada jumat 27 Mei 2022 atau 26 Syawal 1443 H.

Nyaris sama namun waktu dan peristiwa  yang berbeda, Rasulullah SAW juga pernah dilanda duka dan kesedihan yang mendalam tatkala putra Nabi SAW dengan Sayyidah Mariatul Qibthiyah bernama Ibrahim wafat hingga air mata Rasulullah deras membasahi pipi hingga dirundung kesedihan mendalam pada tanggal 29 Syawal 10 H atau 27 Maret 632 M.

Hal itu pula yang mengisyaratkan kepada kita termasuk Kepala SMAN 14 Pangkep Imran yang tercatat sebagai keluarga korban mengisahkan bahwa, ini sedikit  mirip apa yang dialami Nabi Muhammad SAW persis juga di akhir bulan syawal    Rasulullah merasakan duka.

Terkait kecelakan laut KM Ladang Pertiwi 02, Imran mengungkapkan bahwa, sekitar 60 persen keluarganya ikut dalam pelayaran dari   pelabuhan Paotere menuju pulau Pamantauang Kecamatan Kalmas Pangkep dan sejauh ini dari 31 penumpang yang selamat dan satu dinyatakan meninggal masih terdapat 19 penumpang yang hilang dan masih ada beberapa keluarganya termasuk istrinya yang belum juga ditemukan, dia meminta kepada semua pihak ikut mendoakan agar korban segera ditemukan.

Imran juga mengucapkan terima kasih kepada, baik pimpinannya maupun mantan atasannya yang telah berkunjung ke kediamannya untuk memberi semangat dan spirit serta mendoakannya agar korban khususnya kepada istrinya semoga cepat ditemukan, harapnya.

Diketahui Kadisdik Sulsel Setiawan Aswad didampingi Kabid SMA Asqar telah berkunjung ke kediaman Imran.

Bahkan, sebelumnya juga dua mantan pimpinannya yakni, mantan Kadisdik Sulsel Prof Muhammad Jufri dan mantan Kacabdis Wilayah IX Pangkep yang kini telah pensiun H.M.Syarkawi Ramly juga telah mengunjungi rumah Imran di Pangkep.

Begitu juga Imran yang terus didampingi Kepala SMAN 10 Pangkep Mashuri, secara khusus berterima kasih kepada pemerintah telah menerjunkan segala kemampuan untuk mencari para korban terutama pihak Basarnas, kendatipun masih ada 19 korban belum di temukan. Begitu juga para teman guru dan kepala sekolah di Pangkep serta handai taulan kami ucapkan terima kasih atas support dan perhatiannya kepada kami, termasuk pengemban Perumahan Griya Galungboko Hj.Darna dan Muriati yang juga istri Mashuri yang siang malam terus berada dirumah untuk membantu, katanya.

Dihadapan tim media yakni, Teropong, Lemkira news, Batara Media, Wartasulsel.id dan Suara Lidik, Imran mengisahkan bahwa, kejadian tersebut sudah suratan taqdir, tetapi meski demikian dia menjelaskan bahwa, keberangkatan istrinya ke Kalmas, juga karena masih dalam suasana kondisi duka, sebab saat meninggal orang tua Nurfaida (mertua Imran) Nurfaida ada di kota Pangkep sehingga tidak sempat hadir dalam proses pemakaman, karena itulah 14 hari setelah meninggal orang tuanya, Nurfaida (49 tahun) akhirnya memutuskan berangkat namun taqdir berkata lain, tutur Imran dengan tegar.

Trgaedi ini kata Imran cukup memukul batin saya, namun apa hendak di kata itu sudah menjadi sunatullah, kita serahkan kepada yang kuasa, tuturnya dengan bibir agak bergetar. 

Bahkan Imran sempat lepas kontrol dan mengatakan, rasanya beban ini lebih berat ketimbang saat meninggal kedua orang tua saya dulu, tuturnya dengan menahan air mata.

Namun, Imran juga mengatakan bahwa, semoga kejadian jangan terulang kembali, karena itu dia bangga terhadap Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau dan Wakil Bupati Pangkep H.Syahban Sammana yang sangat besar perhatiannya kepada warganya yang dilanda musibah.

Dan atas kejadian ini juga membuka mata kita semua khususnya kepada pemerintah agar mencari solusi terbaik guna mengupayakan penambahan armada kapal perintis sebagai kapal barang dan penumpang dan jangan lagi masyarakat menggunakan kapal nelayan sebagai alat transportasi laut.

Kisah pilu akhir syawal ini menjadi catatan kelam khususnya keluarga besar Kepala SMAN 14 Pangkep Imran, S.Pd,M.Pd dan KM Ladang Pertiwi 02 tinggal kenangan.

*QMH.YUN*
1'
2'
3'

RINGKASAN AKUN PEMERINTAH KAB. BONE T.A. 2025

TerPopuler