BONE.WARTASULSEL.ID-Komisi IV DPRD Bone melaksanakan kunjungan kerja ke BLUD RSU Tenriawaru Bone. Rombongan diterima lansung oleh Plt Direktur RSUD Tenriawaru Bone drg Yusuf Tolo.M.Kes serta jajaran Wakil Direktur ( Wadir ) dan tenaga kesehatan RSUD Tenriawaru Bone. di Aula RSUD Tenriawaru Bone, Jl Dr Wahidin Sudirohusodo, Kota Watampone, Sabtu 11/l Juni 2022.
Kunjungan kerja ini dipimpin oleh ketua komisi IV DPRD Bone, A. Ryad Baso Padjalangi beserta rombongan terdiri dari Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bone, A. Muh. Salam, anggota A. Muh. Wahyu Herman Sampara, SH, A. Irwan Wirasasti, Rangga Risa Swara, Muh. Asrullah, dan KASUBAG Humas, Protokol dan Publikasi DPRD Bone, Muh Amir Said.
Terkait pemberian pelayanan kepada masyarakat, DPRD meminta jajaran direksi dan tenaga kesehatan BLUD RSU Tenri Awaru Bone berbenah.
A. Ryad Baso Padjalangi ketua komisi IV dari fraksi Golkar mengatakan disamping kunjungan kerja yang lebih utama dari itu kami ingin silaturahmi dan tatap muka yang bagaimana yang kita ketahui bahwa komisi IV dan RSUD Tenriawaru merupakan mitra kerja.
A. Ryad meminta tenaga kesehatan RSUD Tenriawaru Bone agar berbenah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat bukan berarti selama ini kurang baik tapi untuk jauh lebih baik lagi kedepannya.
“Sebenarnya kinerja RSUD ini hampir sempurna maka dari itu untuk menjadi sempurna mesti berbenah bapak ibu sekalian, agar ada peningkatkan perubahan dalam melakukan pelayanan yang membuat bapak ibu dokter bidan perawat bisa merasa legah,” tuturnya di depan tenaga kesehatan RSUD Tenriawaru Bone.
Selanjutnya juga ia mengingatkan tenaga kesehatan menjadi garda terdepan bertanggung jawab dalam mensukseskan pemerintahan Bupati A Fahsar M Padjalangi – Wakil Bupati Ambo Dalle
"Saya harap ini bukan pertemuan seremoni keluar pintu kemudian tidak ada tindak lanjutnya, karena pasti Kami akan Evaluasi dan monitoring sejauh mana hasil pertemuan ini, saya berharap setelah pertemuan ini ada perubahan," tegasnya.
“KIta mesti melakukan yang terbaik apalagi jabatan bapak bupati dan wakil bupati sebentar lagi akan berakhir dan bapak ibu ada didalamnya dan memiliki tanggung jawab,” urai Ketua Fraksi Golkar DPRD Bone.
Alumni Fakultas Kedokteran UMI Makassar ini mengakui bahwa salah satu hal yang selalu menjadi permasalahan yakni terkait BPJS Kesehatan, ibaratnya kita yang sediakan makanan, tiba tiba ada orang ta mau makan, kita tidak bisa kasi makan.
"kita sediakan anggaran Kesehatan tiba tiba ada orang sakit kita tidak bisa bantu berobat karena bpjs tidak aktif dan lain sebagainya, Mudah mudahan 2023 nanti bisa dana aspirasi kami, kami titipkan untuk jaminan kesehatan itu." Tambahnya.
A. Muh Salam Wakil Ketua Komisi IV DPRD dari fraksi Nasdem yang akrab disapa Lilo meminta tenaga kesehatan agar lebih mendahulukan kemanusiaan daripada persoalan administrasi dalam memberikan pelayanan kesehatan.
“Karena setiap warga Indonesia berhak menerima pelayanan kesehatan secara bersama-sama baik miskin ataupun kaya, tukang becak pejabat sama saja,” kata A. Muh. Salam.
“Kita ingin memastikan semua pelayanan berjalan dengan sebaik-baiknya, tidak ada lagi permsalahan yang selama ini menjadi aspirasi teman teman di dewan,” tambahnya.
Plt. Direktur BLUD RSU Tenriawaru Bone, Drg. Yusuf Tolo mengatakan, komisi IV DPRD Bone datang melakukan kunjungan kerja di RSU Tenri Awaru saya kira beberapa arahan dan dorongan untuk RSUD Tenriawaru agar memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, sekaligus didorong juga untuk mengembangkan layanan layanan yang memungkinkan diberikan kepada
masyarakat.
“Ini menjadi catatan kami kedepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga RSUD Tenriawaru sebagai badan layanan umum daerah bisa lebih baik dan berkembang, disampaikan juga tadi jangan hanya memperhatikan pembangunan fisiknya tapi bagaimana memperhatikan pembangunan sumber daya manusianya". kata Drg. Yusuf, yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bone.
Lanjutnya, "untuk memaksimalkan pelayanan, kami membutuhkan stcan, berhubungan alat tersebut sudah tiga tahun rusak, untuk memperbaikinya memerlukan biaya sekitar 2 miliar, kami sudah bermohon untuk bantuan pengadaan dari Dinas Kesehatan Provinsi SULSEL, karena tidak ada anggarannya diDAK," harap Jubir Tim Covid 19 Kabupaten Bone.
**QMH*AHAS**

