PALOPO. WARTA SULSEL. ID - Kantor Inspektorat Kota Palopo, yang dibobol maling oleh OTK (Orang Tak Dikenal) menjadi sejarah baru di Kota Palopo, dan menjadi catatan buruk sejak dijabat Amir Santoso, sebagai Kepala Inspektorat.
Jika melirik fungsi dan tugas utama kantor
Inspektorat, memiliki peran yang sangat strategis, di mana fungsi dan tugas itu melakukan Pengawasan Kinerja dan Keuangan (Audit).
Inspektorat melakukan pemeriksaan apakah dana yang dipakai oleh dinas atau instansi telah sesuai dengan anggaran dan aturan yang berlaku.
Kemudian, pencegahan korupsi. Fungsi ini untuk mengawasi dan mengoordinasikan program pencegahan tindak pidana korupsi serta reformasi birokrasi di lingkungan pemerintahan.
Lalu reviu dan evaluasi. Memeriksa laporan keuangan pemerintah atau instansi sebelum diserahkan kepada lembaga pemeriksa eksternal (seperti BPK) dan mengevaluasi efektivitas suatu program.
Investigasi dan penanganan pengaduan. Melakukan pemeriksaan khusus atau investigasi jika terjadi penyimpangan, pelanggaran disiplin ASN, atau laporan pengaduan dari masyarakat.
Hingga pemberian solusi. Bukan hanya mencari kesalahan, Inspektorat juga berfungsi sebagai konsultan yang memberikan petunjuk, agar tata kelola pemerintahan dan pengelolaan dana (misalnya Dana Desa) berjalan dengan benar dan tepat sasaran.
Sehubungan dengan itu, Koordinator Sulselbar Media WARTA SULSEL. ID, saat mengkonfirmasi Ketua DPRD Kota Palopo, Darwis, melalui pesan singkat WhatsApp (WA), sekira pukul 19.52 Wita malam, dan terjawab sekira pukul 06.15 Wita pagi, ia menuliskan, saya sangat menyayangkan terjadinya pembobolan di Kantor Inspektorat, dan meminta aparat kepolisian, segera mengusut tuntas kasus tersebut.
“Kami sangat prihatin atas peristiwa ini. Aparat Penegak Hukum (APH) harus bergerak cepat, untuk mengungkap pelaku beserta motifnya, agar memberikan kepastian hukum dan rasa aman kepada masyarakat," tulis Darwis, dalam keterangan konfirmasi tersebut.
Saya juga meminta Inspektorat melakukan inventarisasi terhadap seluruh aset dan dokumen yang terdampak untuk memastikan ada atau tidaknya dokumen penting maupun barang milik negara yang hilang.
"Mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat sistem pengamanan di seluruh kantor pemerintahan, termasuk pemasangan CCTV, peningkatan pengawasan, serta evaluasi terhadap prosedur keamanan guna mencegah kejadian serupa terulang," pungkasnya.
Untuk diketahui, Kepala Inspektorat Kota Palopo, Amir Santoso, hingga saat ini, lebih memilih bungkam saat dikonfirmasi oleh pihak media.
*QMH. Yoga*