PALOPO. WARTA SULSEL. ID - Dikabarkan di beberapa platform media online tentang kantor Inspektorat Kota Palopo yang dibobol maling menjadi catatan sejarah baru dan memilukan hingga menimbulkan berbagai pertanyaan di kalangan publik.
Kantor Inspektorat Kota Palopo berlokasi di Jalan Andi Mas Jaya No. 19, Boting, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan.
Perlu kita ketahui bersama, bahwa Kantor Inspektorat berperan sebagai pengawas internal pemerintah. Tugas utamanya adalah membantu kepala daerah (seperti gubernur, bupati, atau walikota) memastikan semua program berjalan efektif, efisien, bersih, dan bebas dari korupsi. Mereka melakukan pemeriksaan, audit, dan evaluasi terhadap kinerja keuangan serta pelayanan publik.
Beberapa fungsi penting dari Kantor Inspektorat, seperti audit kinerja dan keuangan, memeriksa apakah penggunaan anggaran (APBD) sudah sesuai dengan aturan dan rencana yang dibuat, kemudian pencegahan korupsi, memberikan bimbingan dan arahan agar aparat pemerintah tidak melakukan penyalahgunaan wewenang.
Lalu, pengaduan masyarakat, menindaklanjuti keluhan atau laporan warga terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pegawai negeri. Yang selanjutnya, Reviu dan Evaluasi, menilai apakah suatu program atau kebijakan pemerintah daerah sudah mencapai target yang ditetapkan.
Dari peristiwa tersebut, koordinator media WARTA SULSEL. ID, saat mengkonfirmasi kepala Inspektorat Kota Palopo, Amir Santoso, melalui pesan singkat WhatsApp (WA), sekira pukul 19.21 Wita malam, Rabu, 15 Juli 2026, belum dapat memberikan jawaban, meski centang dua. Memilih bungkam.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Palopo, Iptu Ridwan Parintak, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp (WA), sekira pukul 19.24 Wita malam, Rabu, 15 Juli 2026, membenarkan bahwa adanya laporan kehilangan di Kantor Inspektorat Kota Palopo, disebabkan dibobol maling.
"Iya betul, dan sudah dilaporkan. Ada barang berupa laptop yang hilang. Saat ini, sementara tahap penyelidikan," tulis Ridwan.
Disebabkan laporannya baru masuk baru tadi, saksi-saksi nya pasti akan dijadwalkan.
"Mengenai waktu belum bisa dipastikan kapan," pungkas Parintak.
Dikutip dari media palopopos.fajar.co.id Informasi yang diperoleh Palopo Pos, barang yang dibawa kabur oleh pelaku itu merupakan laptop di ruangan ketua tim investigasi Inspektorat.
Dan informasi lain diterima, laptop tersebut diduga berisi data hasil audit dari sejumlah proyek diduga bermasalah yang di antaranya proyek revitalisasi Lapangan Gaspa, proyek penanggulangan bencana banjir tahun anggaran 2025 dan beberapa proyek lainnya.
Sekira pukul pukul 21.02 Wita malam, Yertin Ratu, seorang aktivis perempuan, yang dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp (WA), terkait peristiwa di Kantor Inspektorat Kota Palopo yang dibobol maling, menuliskan, bahwa itu menunjukkan, jika kota ini sudah tidak aman lagi.
"Pencurian merajalela, dan parahnya polisi selalu berpikir pencurian itu delik aduan, yang baru disikapi setelah ada laporan resmi ke polisi," tulis Yertin.
Terkait kantor Inspektorat Palopo yang dibobol maling menjadi pekerjaan rumah bagi polisi, untuk lebih intens menangani. Apakah ini murni pencurian biasa atau ada kaitannya dengan kasus-kasus korupsi yang sementara ditangani oleh APH (Aparat Penegak Hukum).
"Dan lebih penting juga untuk dipertanyakan ke pihak inspektorat apakah hanya di laptop yang hilang itu file hasil pemeriksaan sejumlah proyek atau adakah salinan file di tempat lain disimpan. Jika hanya di laptop yang hilang itu filenya, maka pertanyaan kenapa hanya laptop tersebut yang hilang. Saya pikir penyidik bisa mengembangkan lebih jauh dengan metode Scientific Crime Investigation (SCI)," pungkas Ratu, aktivis perempuan.
QMH. Yoga