Sekretaris Inspektorat Palopo Dimintai Keterangannya, Kanit Pidum: Masih Lidik, Besok Dijadwalkan
jmsi'
polri'

Sekretaris Inspektorat Palopo Dimintai Keterangannya, Kanit Pidum: Masih Lidik, Besok Dijadwalkan

Senin, 27 Juli 2026,

PALOPO. WARTA SULSEL. ID - Terkait bungkamnya Kepala Inspektorat Kota Palopo, Amir Santoso, kepada wartawan/jurnalis, saat dikonfirmasi atas peristiwa yang terjadi di SKPD yang ia pimpin, menjadi sebuah pernyataan besar di kalangan publik dan wartawan.

Spekulasi hingga sorotan muncul dari berbagai kalangan, baik dari aktivis perempuan, Yertin Ratu, maupun pemerhati Kota Palopo, Asmal Kadir, atas bungkamnya Kepala Inspektorat saat dikonfirmasi oleh wartawan/jurnalis. Dan pernyataan mereka telah dimuat di media yang sama.

Secara garis besar, atas peristiwa itu tentu publik menanti, serta membutuhkan informasi yang aktual, akurat, hingga mendukung pihak Polres Palopo, agar segera mengungkap aktor di balik hilangnya beberapa aset penting di kantor tersebut.

Atas peristiwa itu beberapa barang berupa elektronik laptop raib dibawa OTK, dan memunculkan sebuah spekulasi bahwa laptop yang dibawa oleh OTK itu diduga berisi file beberapa kegiatan yang berkaiatan dengan proyek di Kota Palopo, seperti Revitalisasi Lapangan Gaspa senilai 3 M, dan kegiatan peningkatan kualitas dan promosi UMKM, senilai 500 juta.

Sebelumnya, dari keterangan Kanit Pidum Polres Palopo, Ipda Suwadi, kepada media ini bahwa pihaknya telah memeriksa beberapa saksi, termasuk seorang Honorer berinisial RA. Kini pihaknya, sementara lidik pelaku. 

"Dijadwalkan pekan ini, pihaknya akan memanggil dan meminta keterangan Amir Santoso, guna proses penyelidikan lebih lanjut. Adapun barang yang hilang berupa 2 unit laptop, 1 unit komputer, 1 unit LCD, 1 buah ceret listrik serta uang tunai Rp.906.000," tulis Kanit Pidum Suwadi, saat dikonfirmasi beberapa hari oleh wartawan media WARTA SULSEL. ID, dengan judul Lagi-lagi Kepala Inspektorat Palopo Bungkam, Kanit: Saksi Inisial RA, Sudah Ada 3 Saksi.

Terbaru, Kanit Pidum Polres Palopo, Ipda Suwadi, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp (WA), sekira pukul 19.57 Wita, ketika ditanyakan kapan dijadwalkan pemanggilan Kepala Inspektorat untuk dimintai keterangannya, dan dari keterangan Kanit Pidum, bahwa Kepala Inspektorat masih di luar kota.

"Kalau sekretaris nya sudah dimintai keterangannya," tulisnya.

Menurut Suwadi, dari keterangan laporan sekretaris, bahwa barang yang hilang sesuai dengan laporan.

"Dia tahu kalau ada pencurian di kantor dari saksi. Soal siapa pelaku, masih lidik. Besok dijadwalkan lagi untuk memanggil Kepala Inspektorat," pungkasnya.

Dari informasi yang dihimpun, pengelolaan pengadaan dan penyaluran hibah barang tidak sesuai ketentuan sebesar RP. 138.979.354.67 (Seratus Tiga Puluh Delapan Juta Sembilan Ratus Tujuh Puluh Sembilan Ribu Tiga Ratus Lima Puluh Empat Rupiah Enam Tujuh Sen) berdasarkan hasil pemeriksaan atas dokumen pengadaan, dokumen penyaluran kontrak, berita acara serah terima, pemeriksaan fisik barang.

Dari beberapa poin itu terdapat selisih antara nilai SP2D dengan barang yang diterima sebesar RP. 25.855.560.00. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen pembayaran dan dokumen pemeriksaan barang diketahui terdapat selisih.

Di sisi lain, publik menantikan kinerja Polres Palopo, untuk mengungkap siapa pelaku sesungguhnya, sehingga kantor inspektorat dibobol oleh OTK, dan apakah ada aktor di balik peristiwa itu, serta laptop yang dibawa itu berisikan file penting, itu masih menjadi misterius.

QMH. Yoga

TerPopuler