MAKASSAR.WARTASULSEL.ID-Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan Lomba Adzan dan Lomba Tadarrus Al-Quran dalam rangka pelaksanaan Amalia Ramadhan, bertempat di Masjid Nurul Tarbiyah Disdik Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 10 Tamalanrea, kota Makassar, Selasa (12/04/2022).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Setiawan Aswad, M.Dev, Plg, setelah pelaksanaan shalat dhuhur, yang akan berlangsung selama 14 hari dimulai dari hari ini tanggal 12-27 April 2022, yang diikuti oleh seluruh ASN dan Pejabat Lingkup Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, yang dilaksanakan mulai pukul 09.00 wita dengan peserta pertama Kabid Pembinaan SMA, Asqar, SE, MM.
Sekretaris Dinas Pendidikan Sulsel, Drs. Harpansa, MM, Mengikuti Lomba Adzan dan Tadarrus Al-Quran.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Setiawan Aswad mengatakan bahwa, lomba adzan dan tadarrus Al-Quran adalah pengingat bagi kita tentang pentingnya adzan dan membaca Al-Quran.
Ia pun menceritakan, ada satu pengalaman luar biasa yang bisa kita petik dari salah seorang sahabat saya, saat itu sahabat saya menjabat sebagai Bupati di Kalimantan, dengan kekuatan adzan dan tentu saja dengan pertolongan Allah SWT bisa terhindar dari pengaruh ilmu ghaib yang dapat menyerang kapan saja.
Kasubag Umum Kepegawaian dan Hukum Disdik Sulsel, Muhammad Hazairin, SH, MH, Mengikuti Lomba Adzan dan Tadarrus Al-Quran.
“Begitu banyak manfaat dari lantunan adzan bagi kita, demikian pula dengan tadarrus Al-Quran,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Disdik Sulsel, Drs. Harpansa, MM menyampaikan tentang pentingnya khusyuk dalam sholat, khusyuk adalah mengingat hanya kepada Allah SWT. Khusyuk merupakan salah satu ilmu kenabian, dimana tidak ada yang khusyuk dua rakaat setelah Nabi Muhammad SAW.
Harpansa menjelaskan, kita harus mengetahui titik-titik dimana kita bisa khusyuk. Ada beberapa titik agar bisa khusyuk dalam shalat antara lain, ketika mengangkat takbir dalam shalat, ketika membaca Surat Al-Fatihah, saat bersyahadat dan ketika baca doa Iftitah dalam shalat.
“Intinya untuk memperbaiki shalat adalah senantiasa berdzikir dan istighfar dalam hati,” jelasnya.
Pada akhir kegiatan, salah satu staf Bidang Pembinaan SMA, Andi Fahruddin, S.STP menyampaikan informasi terkait pelaksanaan kegiatan Amalia Ramadhan bahwa, terkait panitia pelaksana Amalia Ramadhan Disdik Sulsel, diwajibkan kepada semua ASN untuk ikut berpartisipasi dalam lomba adzan dan tadarrus Al-Quran.
Dalam kegiatan tersebut Kadisdik Sulsel Setiawan Aswad juga mengikuti lomba tadarrus Alqur'an.(*)

