Tragedi Tenggelamnya KM Ladang Pertiwi, Istri Kepala SMAN 14 Pangkep Ikut Dalam Pelayaran
jmsi'
luwu'

Tragedi Tenggelamnya KM Ladang Pertiwi, Istri Kepala SMAN 14 Pangkep Ikut Dalam Pelayaran

Sabtu, 28 Mei 2022,


PANGKEP.WARTASULSEL.ID-Tragedi tenggelamnya KM Ladang Pertiwi hingga kini menyisakan  kesedihan para keluarga penumpang terutama bagi korban yang belum ditemukan.


Informasi yang dirangkum media ini bahwa, kapal naas KM Ladang Pertiwi bertolak dari pelabuhan Paotere Makassar pada kamis 26 Mei 2022, namun dalam pelayaran kapal tersebut dihantam badai dan hilang kontak pada sekitar jumat 27 Mei 2022 pukul 03.30 subuh hari dengan rute Pulau Pamantauang Kecamatan Liukang Kalmas Kabupaten Pangkep.

Dari informasi yang diterima  bahwa, KM Ladang Pertiwi yang di perkirakan memuat penumpang 40 orang akhirnya karam dan menurut informasi sebanyak 17 penumpang dapat diselamatkan. 

Bahkan dalam proses penyelamatan dan pencarian korban Kapolsek Liukang Kalmas AKP Rusli mengatakan sebagain besar penumpang KM Ladang Pertiwi yang memuat kurang lebih 40 orang dan tenggelam setelah dihantam ombak, Jumat 27 Mei 2022, berhasil diselamatkan.

"Alhamdulillah saat ini kondisi penumpang sebagian besar sudah ditemukan dalam keadaan selamat," ujarnya, Sabtu (28/5/2022).

Sementara penumpang lainnya sampai saat ini masih dilakukan pencarian oleh Tim SAR gabungan yang terdiri dari dari Basarnas, TNI dan Polri serta dibantu nelayan.

Di antara para penumpang di kapal tersebut, ada tiga guru dan tiga staf SMA Negeri 14 Pangkep ikut menumpangi KM Ladang Pertiwi 1 yang dikabarkan hilang.

Kepala SMAN 14 Pulau Pamantauang, Kecamatan Liukang Kalmas, Kab Pangkep Imran, S.Pd, M.Pd yang dikonfirmasi media ini mengatakan yang ikut dalam pelayaran KM Ladang Pertiwi tiga guru saya dan tiga staf saya," ujar pria penyabar ini.

Bahkan kata Imran, istrinya bernama Nurfaidah juga ikut dalam pelayaran di kapal tersebut. "Kalau ibu (istri saya) namanya Nurfaidah, yang guru Irwan, Nurhasanah, Hawariah. Kemudian staf Nurilmi, Damra dan Rahmat," ujarnya.

Tiga guru yang disebut Imran baru saja mengikuti pelantikan PPPK. Sementara, tiga staf lainnya ke Makassar dalam rangka mengikuti assessment di kantor Gubernur Sulsel.

Hingga kini, pihaknya mengaku belum mendapatkan informasi terbaru terkait keberadaan istri dan enam bawahannya itu, ujarnya dengan tabah.

Sementara salah satu staf honor di Kantor Cabdis Wilayah IX Pangkep, Anto juga ibunya dan adiknya tercatat menjadi penumpang di kapal yang sama, mereka beruntung karena ibunya dan adiknya sudah berhasil di selamatkan, meskipun demikian Anto tetap  berharap agar semua penumpang bisa selamat termasuk istri Kepala SMAN 14 Pangkep bernama Nurfaidah, semoga ada keajaiban, katanya.

Hal yang sama diungkapkan Hamid, rekan kerja Anto di Cabdis IX, seperti Anto, Hamid juga punya kerabat dalam  pelayaran, sepupu, ponakan dan tante saya juga ada dalam pelayaran, namun belum ada informasi resmi bagaimana nasib keluarganya. 

*QMH.YUN*
1'
2'
3'

RINGKASAN AKUN PEMERINTAH KAB. BONE T.A. 2025

TerPopuler