PANGKEP.WARTASULSEL.ID-Pasca karamnya KM Ladang Pertiwi 02 pada jumat 27 Mei 2022 hingga saat ini masih menyisakan trauma mendalam khususnya keluarga korban yang belum ditemukan.
Informasi yang dirangkum media ini dari Posko Basarnas menyebutkan bahwa, jumlah penumpang KM Ladang Pertiwi sebanyak 51 orang dan telah ditemukan 31 korban yang selamat dan satu penumpang bernama Hj.Hajara usia 72 tahun Rabu, 1 Juni 2022 pukul 16.00 sore kemarin ditemukan nelayan mengapung di perairan Kalmas sekitar Pulau Pamantauang dalam kondisi sudah meninggal dan kini telah di evakuasi keluarganya di pulau Pamantauang, sehingga total korban yang telah ditemukan sebanyak 32 orang dan satu dinyatakan meninggal.
Salah satu keluarga korban KM Ladang Pertiwi Imran, S.Pd, M.Pd yang juga Kepala SMAN 14 Pangkep yang ditemui Tim Wartawan yang bertugas dilingkup Disdik Sulsel Rabu, 1 Juni 2022 di kediamannya Kompleks Griya Galungboko, Kabba, jalan Tonasa I Kabupaten Pangkep menuturkan bahwa, pasca tenggelamnya KM Ladang Pertiwi 02, istrinya Nurpaida dan sebagian keluarganya masih ada yang belum ditemukan.
Adapun jumlah korban yang belum ditemukan sebanyak 19 orang, masing-masing Nurpaida (istri Imran), Hawaria, Riska Wulandari (anak Hawariah), Nurilmi, Marlina, Ardiansyah, Musdalipah (Am Paeda), Dahamal, Musdalifah (Am Debi), Diana, Herna, Rini (anak Herna), Nurlia, Rahmi, Hasni, Salpia, Rahama, Purnama serta Hj.Musdalifah atau yang akrab di sapa Hj.Ipo.
Imran berharap agar ada keajaiban Allah SWT sehingga korban bisa ditemukan, ujarnya dengan penuh ketegaran.
Imran yang baru saja tiba dari Makassar melaporkan soal perpanjangan waktu proses pencarian di Posko Basarnas di Malassar kelihatan tampak lelah namun tetap tabah dan langsung memeluk satu persatu tim media yang lebih dahulu lima menit tiba di kediamannya di Perumahan Galungboko Pangkep.
"Terimah kasih atas kunjungan saudaraku, semoga kejadian ini mendapat hikmah dan memohon kepada Allah SWT agar semua korban yang hilang segera ditemukan, ujar Imran yang ikut didampingi Kepala SMAN 10 Pangkep Mashuri.
Imran juga mengucapkan terima kasih khususnya pengemban Perumahan Griya Galungboko Hj
Darna dan Muriati Mashuri yang sejak kejadian hingga sekarang memberi support dan menjadi bahagian dalam rumah untuk membantu.
Iya, hampir semua teman kepala sekolah dan guru setiap malam hadir untuk ikut mendoakan agar korban bisa ditemukan dengan menggelar pengajian.
*QMH YUN*

